Minggu, 10 Juni 2012

APA ITU BULU PERINDU ?

Apa itu Buluh Perindu ?
Buluh Perindu merupakan sejenis tumbuhan jenis rumput, juga dikenali sebagai aur, atau bambu. Warnanya kehitaman, Asalnya dari Kalimanatan, biasa digunakan oleh Suku Dayak. Setelah Banyak orang yang mencari dan membutuhkan baru diketahui bahwa benda ini banyak terdapat di seluruh pelosok Indonesia. Ciri-cirinya menurut cerita benda ini adalah benda ghoib yang dapat bergerak dan berpasangan (Buluh Perindu Laki dan Wanita) yang selalu mengejar satu sama lainnya dan selalu bersentuhan atau berhubungan seakan-akan tidak mau terlepas atau terpisah satu sama lainnya.


Dari dasar inilah maka Buluh Perindu ini dipakai sebagai media atau sarana yang tidak dapat terpisahkan untuk memelet pasangan yang kita inginan atau memikat lawan jenis,peningkatan karier,untuk kelancaran bisnes ahli perniagaan,menagih hutang,kharisma dll dsb.
Bahasan Ilmiahnya :
Buluh Perindu adalah jenis tumbuhan rumput yang berupa bulu-bulu (buluh) yang hidupnya dirawa-rawa dan tempat lembab yang dapat menyerap air. Jika benda ini di taruh ditempat kering maka buluh ini akan kaku dan jika di celupkan diair maka buluh tersebut menyerap air dan karena dari kondisi tegang atau kaku tersiram atau tercelup air maka buluh tersebut menyerap air dan menjadi lemas, proses tersebut membuat buluh tersebut bergerak gerak karena proses penyerapan air tersebut hingga seluruh buluh tersebut terisi air maka pergerakan tersebut akan berhenti.
Mengapa dianggap barang Ghoib???
  1. Karena dapat bergerak sendiri setelah dicelupkan di-air maka benda tersebut di anggap benda ghoib
  2. Karena Untuk media atau sarana memelet atau mengikat pasangan kita, maka benda tersebut dipergunakan berpasangan (sepasang)
  3. Karena benda tersebut hanyalah media perantara maka yang dibutuhkan pelengkap keampuhan benda tersebut adalah :
    • Mantera-mantera dari daerah tertentu yang menggunakannya, jika di kalimantan menggunakan mantera ala suku Dayak, di Sukabumi menggunakan matera ala sunda kuno dll, dsb
    • Menggunakan minyak atau bahan pelengkap lainnya seperti menyan, kembang 7 rupa dll
    • Persyaratan lainnya seperti Puasa dll
Bisakah Barang tersebut dimilik setiap orang ???
Bisa, asalkan mengetahui tempat beradanya benda tersebut tumbuh atau berada, setelah mendapatkan menjalankan ritual-2 tertentu yang diketahuinya agar benda tersebut dianggap menjadi barang yang ghoib.


Ritual apakah yang harus dijalani untuk melengkapi agar benda tersebut di anggap ampuh dan ghoib??


Konon, jika di rituali dengan benar kekuatan ilmu pengasihan ini jarang gagal menembus sasarannya…
Berikut tata cara dan sekaligus mantranya :
- Harus memiliki Batu Combong, batu akik yang berlubang secara alami dan biasa dipakai untuk mata cincin.
- Sediakan bunga tujuh macam untuk mandi, dimana airnya diambil dari tujuh sumber yang alami juga.
- Tirakat dimulai pada malam Selasa Kliwon.
- Laku yang harus dijalani selama tirakat adalah hanya boleh makan sayur dan buah-buahan yang tidak dimasak.
- Lakukan minimal tujuh hari. Dan malam terakhir ditutup dengan pati geni.
- Selama tirakat, tiap tengah malam duduk bersila sambil menghadap ke Timur. Batu Combong dipegang di tangan kanan diterawangkan ke angkasa dan diarahkan kepada bulan.
Adapun mantra yang harus dibaca adalah :
Mantra dibaca tujuh kali, agar penyatuannya segera berhasil. Sedangkan pati geni di malam terakhir adalah berdiam diri di dalam kamar tanpa mengucapkan kata apapun. Diam! Dan bila yang diinginkan berhasil atau Ajian Arjuna Combong sudah menyatu biasanya akan ada tanda-tanda yang diterima di malam itu. Sudah barang tentu, sensasi supranatural tiap orang berlainan antara satu dengan lainnya. Kadang mereka melihat seorang lelaki tampan masuk ke dalam raganya, terkadang hanya cahaya kuning keputihan masuk ke dalam raga. Mungkin juga Anda akan mengalami sensasi lain.






RAHASIA PELET


RAHASIA MEMELET SESEORANG

Memelet seseorang itu tidaklah mudah, krena ada beberapa aturan tertentu agar orang yang Anda pellet menjadi tergila-gila pada Anda. Berikut ini penulis mengungkapkan cara-caranya.

MEMELET seseorang baik pria maupun wanita itu tidaklah mudah, apalagi bila orang yang bersangkutan rajin shalat lima waktunya dan memiliki pageran tubuh yang kuat. Karena begitu ajian pellet diarahkan pada orang tersebut, ajian pellet tadi seperti menabrak dinding karang yang tebal; bahkan tidak jarang peletnya malah kembali lagi ke orang yang bersangkutan (yang memelet).
Untuk itulah bila Anda ingin memelet seseorang, Anda carilah terlebih dahulu hari nahas atau hari apesnya. Karena dengan begitu Insya Allah orang yang Anda pellet bisa berhasil Anda dapatkan, Berikut ini hari nahas atau hari apesnya seseorang dilihat dari hari lahirnya.

1. Orang yang lahirnya hari Senin hari nahas atau apesnya Hari Sabtu.
2. Orang yang lahirnya hari Selasa hari nahas atau apesnya Hari Minggu.
3. Orang yang lahirnya hari Rabu hari nahas atau apesnya Hari Senin.
4. Orang yang lahirnya hari Kamis hari nahas atau apesnya Hari Selasa.
5. Orang yang lahirnya hari Jum'at hari nahas atau apesnya Hari Rabu.
6. Orang yang lahirnya hari Sabtu hari nahas atau apesnya Hari Kamis.
7. Orang yang lahirnya hari Minggu hari nahas atau apesnya Hari Jum'at.

Pada malam hari nahas atau apesnya, Anda mewiridkan terus-menerus mantera atau do'a pellet / pengasihannya, insya Allah orang yang Anda tuju akan berhasil Anda dapatkan. Disamping itu sebelum Anda memelet orang yang Anda tuju, sebaiknya Anda bacalah terlebih dahulu beberapa petunjuk dibawah ini:

1). Pilihlah mantera atau do'a pellet / pengasihan yang sesuai dengan kemampuan puasa Anda, agar jangan sampai puasanya Anda gagal ditengah jalan.

2). Sebelum menjalani puasa Anda memintalah izin terlebih dahulu kepada kedua orang tua Anda. Ingat Hadist Nabi Muhammad SAW. Yang artinya: "Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Dan kemarahan Allah tergantung kepada kemarahan kedua orang tua ". Kalau orang tua Anda tidak mengizinkan, alangkah baiknya Anda jangan melanjutkan puasanya. Karena walau puasanya Anda berbulan-bulan sekalipun, tidak akan berhasil karena orang tua Anda tidak meridhohinya.

3). Memelet seseorang itu tidaklah mudah, karena kalau orang yang akan Anda pellet itu status sosialnya lebih tinggi dari Anda, ia tidak akan bisa tergila-gila pada Anda, Cuma iba atau menaruh rasa sayang saja pada Anda. Terkecuali bila sebelumnya ia menghina Anda terlebih dahulu. Akan tetapi bila orang yang Anda pellet itu status sosialnya lebih rendah dari Anda atau seimbang dengan status sosialnya Anda, bisa jadi ia akan tergila-gila pada Anda.

4). Kalau Anda memelet seseorang itu jangan lupa mengasih nama orang tuanya. Untuk wanita gunakan binti, contoh: Siti Rosmawati binti Sarja. Dan untuk prianya gunakan bin, contoh: Bahroni Bin Mastar.

5). Biasanya sebelum mewiridkan mantera atau do'a pellet / pengasihan Anda harus silsilah, tawasul atau hadroh (kirim Al Fatihah) pada nabi Muhammad SAW, malaikat empat yang terkenal, Sahabat nabi yang empat, Syeikh Abdul Qodir Zaelani dan para ulama serta kedua orang tua kita . Disamping itu, orang yang Anda tuju juga harus di kirimi surat Al Fatihah. Untuk wanita caranya, ll ruhaniyati ..... binti ..... al Fatihah. Sedangkan untuk pria caranya, lla Rohani ..... bin ..... al Fatihah. Masing-masing baik untuk wanita maupun untuk prianya dikirimi surat Al Fatihahnya sebanyak 41x.

6). Pada saat Anda mewiridkan mantera atau do'a pellet / pengasihannya, bayangkanlah wajah orang yang menjadi sasaran Anda atau orang yang Anda tuju, agar pengaruh pellet / pengasihannya lebih ampuh.

7). Kalau orang yang Anda pellet itu pertahanan batinnya lemah, lemah, lebih-lebih ia tidak suka menjalankan shalat lima waktu atau shalat lima waktunya jarang-jarang, akan lebih mudah terkena pengaruh pellet yang kita luncurkan.

NYAI RORO KIDUL


KONTROVERSI SEPUTAR Nyai Roro Kidul

Nyai Roro Kidul atau Ratu Pantai Selatan itu jahat apa tidak sih? artikel berikut inilah sebagai jawabannya.

BEBERAPA tahun yang lalu media cetak baik dalam bentuk majalah maupun tabloid khususnya yang berkecimpung dalam bidang mistik atau yang mengupas tentang hal-hal yang bersifat gaib (supratantural) memberitakan tentang hilangnya selendang Nyai Roro Kidul yang konon dicuri oleh seorang anak kecil yang sakti. Akibat selendangnya yang hilang itu Nyai Roro Kidul menjadi murka dan akan mengambil korban.

Akibat peristiwa ini masyarakat wilayah pulau Jawa khususnya bagian Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi resah dan sangat mengkhawatirkan keselamatan putra dan putrinya. Untuk menangkal hal-haly yang tidak diinginkan, konon penduduk di beberapa Kabupaten di wilayah pulau Jawa menginstal tola balak di depan rumahnya masing-masing dengan cara memasang plastic yang diisi air yang berwarna-warni.

Nyai Roro Kidul, Ratu Kidul atau Ratu Pantai Selatan merupakan ratunya makhluk halus yang namanya begitu dikenal oleh masyarakat luas baik oleh orang dewasa maupun oleh anak-anak.Karena majalah dan tabloid maupun media elektronika seperti Televisi, Film dan VCD.

Yoga dalam tulisannya di tabloid Tabir edisi 1/tahun 1/5-11 Mei 2000 menampilkan "Kanjeng Ratu Kidul sebagai ratu makhluk halus juga menjadi pujaan penduduk yang diakui kekuasaan dan fenomena mistisnya dengan kekuatan gaibnya Kanjeng Ratu Kidul berkuasa atas wilayah pantai yaitu Pantai Selatan Pelabuhan Ratu (Jawa Barat), Mancingan dan Parang Tritis (Yogyakarta) dan Pacitan dan Ngeliyep (Jawa Timur). Itulah tiga kekuasaan sekaligus tiga transit Kanjeng Ratu Kidul yang terkenal sampai ke mancanegara. Istananya sendiri ada di dasar Samudera Hindia.

Sedangkan hubungannya dengan Keraton Yogyakarta dan Surakarta dilatar belakangi oleh hubungan suami istri secara gaib antara Kanjeng Ratu Kidul dengan Panembahan Senopati pendiri dan raja kerajaan Mataram pertama. Sesuai dengan perjanjian maka sejak itu turun temurun raja-raja kerajaan Mataram menjadi suaminya Kanjeng Ratu Kidul sampai Sunan Paku Buwono VII.

Selama ini terjadi kontroversi di masyarakat khususnya yang tinggal di dekat pantai baik dari masyarakat biasa maupun dari kalangan spiritualis tentang pendapat jahat apa tidak sebenarnya Nyai Roro Kidul ini? Guna untuk mengungkap hal tersebut di atas, penulis telah menemukan beberapa orang tokoh spiritualis di wilayah Kabupaten Indramayu untuk dimintai pendapatnya.Berikut ini pendapatnya beliau-beliau ini:

1). Bapak Wagiman (69 Tahun).
Bermukin di Desa Juntikebon, Blok Kampung Arab, RT 02/02, Kecamatan Juntinyuat.
Menurut penuturan bapak yang pernah menjabat sebagai Komandan Rayon Militer 1615 Haurgeulis (Kotramil 1615 Heurgeulis) dan pernah ikut serta dalam pemberantasan residivis (petrus) di era tahun 80-an bahwa konon Nyai Roro Kidul ini tidak jahat, yang jahat adalah Nyai Blorong.

Konon Nyai Roro Kidul ini istrinya Sunan Kali Jaga yang nomor satu. Sedangkan istrinya yang nomor dua adalah Siti Saroh bermukin di goa Sunyaragi di Cirebon. Istrinya yang nomor tiga adalah SIti Sarah yang bermukim di Kasepuhan Cirebon. Dan isterinya Sunan Kali Jaga yang nomer empat adalah Ibu Imah yang bermukim di Asem Rungkad Indramayu. Konon Nyai Roro Kidul ini memiliki kekuasaan dari mulai selat Sunda sampai ke Selat Bali.

2). Bapak Sudirman (35 Tahun).
Konon menurut pendapatnya bahwan Nyai Roro Kidul ini tidak jahat kecuali para pembantu-pembantunya yakni seperti Nyai Dewi lanjar dan Nyai Blorong. Masalahnya konon para pembantu-pembantunya tadi melanggar peraturan yang telah dikeluarkan oleh Nyai Roro Kidul. Sedangkan dari Nyai Roro Kidul ada peraturan tidak bisa bersuami. Karena dilarang oleh Nyai Roro Kidul akhirnya mereka pada membangkang. Bapak dari tiga orang anak ini menolak pendapat tentang Nyai Roro Kidul ini istrinya Sunan Kali Jaga, melainkan Cuma sebatas persaudaraan saja.

3). Bapak Kiai Hasanuddin.
Konon Nyai Roro Kidul ini menurut penuturan bapak yang dikenal sebagai seorang Kiyai dilingkungannya ini tidak jahat, tergantung orangnya "diibaratkan kita kenal orang Cina, kalau kita berhubungan masalah agam kemudian menghina otomatis Anda tentunya merasa jengkel. Kalau berhubungan dagan / bisnis tidak apa-apa "ujar tokoh spiritualis yang memiliki kepiawaian memanggil burung Walet ini pada penulis ditempat tinggalnya yang dingin.

4). Bapak Sumianto.
Menurut pendapat bapak Sumianto, Nyai Roro Kidul ini tidak jahat kecuali Nyai Blorong. Konon Nyai Blorong ini merupakan anak angkatnya Nyai Roro Kidul. Asal mulanya Nyai Roro Kidul ini menemukan sebutir telur. Kemudian setelah dirawat menentas menjadi Nyai Blorong ini. Konon menurut pendapat bapak tiga orang anak ini, Nyai Roro Kidul sebenarnya bukan siluman melainkan dulunya anak seorang raja. Ada dua versi tentang asal mulanya Nyai Roro Kidul ini.

Versi yang pertama, ada seorang raja yang bernama Munding Wangi memiliki dua orang istri. Istri mudanya konon jahat sampai-sampai istri tuanya dibuat sakit sehingga tubuhnya pada borokan.Akhirnya istri tuanya ini diasingkan.

Versi yang kedua, konon pemerintah orangtuanya Nyai Roro Kidul (Prabu Kondang Wangi) diserang.Karena tidak kuat melawan musuh para prajurit kerjaan tersebut pada melarikan diri termasuk Nyai Roro Kidul pada waktu itu. Karena terburu-buru puteri raja ini tersesat dan bertemu dengan Naga Raja di lautan. Pada akhirnya setelah digembleng oleh Naga Raja, Nyai Roro Kidul ini akhirnya diangkat menjadi seorang Ratu.

Menurut pendapat bapak Sumianto lagi konon Nyai Roro Kidul ini tidak punya seorang suami, cumin sekedar mencari kesenangan saja. Konon Sunan Kali Jaga adalah orang yang disenangi oleh Nyai Roro Kidul.

Dari beberapa pendapat para tokoh spiritualis kita bisa mengambil kesimpulan sementara bahwa "Nyai Roro Kidul" tidak jahat, yang jahat adalah para anak buah atau para bawahannya. Tentang benar atau tidak pendapat ini Wallaahu 'alam bishowab (Hanya Allah yang maha tahu).

BATARA KARANG


HIMBAUAN & PERINGATAN

Bagi Kaum Muslim, Jauhilah Web ini, Karena ANDA akan lebih dekat berurusan dengan SETAN, JIN dan Sebangsannya, ANDA akan menjadi Musyrik, Syirik dll.
TIDAK ADA KATA PEMBENARAN!!!!, Pembenaran adalah salah satu tipuan syaitan & Iblis!!!!
ALLAH tidak Pernah Ingkar Janji!!! dan Pasti memberikan apa yang kita inginkan yang telahtertulis pada Kitab suci Al-Qur'an, untuk kebahagian didunia dan akhirat kelak.

Batara Karang

Pengertian Bhatara
Bhatara berasal dari kata “bhatr” yang berarti pelindung. Bhatara berarti “pelindung umat manusia”. Dalam tradisi Hindu di Indonesia, istilah Bhatara merujuk kepada makhluk supernatural yang memiliki kesaktian untuk melindungi manusia, dan disamakan untuk hal ini, namun tidak sepenuhnya demikian.

Perbedaan Bhatara dengan Dewa
Dalam filsafat Hindu Advaita VedantaDewa merupakan sinar suci atau manifestasi dari Brahman. Dalam hal tersebut, para Dewa berbeda dengan Bhatara, karena Dewa merupakan sinar suci Brahman sedangkan Bhatara merupakan utusan Yang Maha Kuasa dalam misi melindungi umat manusia dari kelaliman dan menegakkan kembali ajaran agama, wujudnya berupa manusia atau hewan, contohnya:AwataraSri Kresna, dan Sri Rama.
Pemakaian istilah Bhatara
Dalam tradisi Hindu-Jawa umumnya, dan pada tradisi pewayangan khususnya, istilah Bhatara dipakai untuk merujuk kepada Dewa. Dalam tradisi Agama Hindu Dharma di Bali, istilah Bhatara diucapkan “Bêtarə”, dan disamakan atau bahkan diidentikkan dengan Dewa, karena sama-sama berfungsi sebagai pelindung, contohnya: Bhatara WisnuBhatara BrahmaBatara Kala, dan sebagainya


Apa itu Bhatara Karang?
Bhatara Karang sama dengan Jenglot dalam bentuk fisik dan artinya hanya berbeda dalam fungsi dan kegunaannya. Dalam banyak Hal hampir semua Paranormal mengartikan bahwa Bhatara Karang atau Jenglot adalah Dewanya ilmu Ghoib.

Dimana Jenglot dan Batara Karang adalah makhluk kecil berwarna coklat menjijikkan, rambutnya tak berbulu, tidak pernah bergerak karena badannya kering kerontang mirip daun kering. Jenglot biasa ditemukan di tanah, atap, selokan, bahkan di dalam batang pohon.

Cerita singkat tentang Jenglot :
ADA MAHLUK aneh di Medan. Apa itu? Orang-orang jadi ingin tahu, berkumpul ramai-ramai di Medan Mall. Menyaksikan mummi terkecil di dunia, diberi nama Jenglot. Bentuknya seperti manusia, rambutnya tergerai panjang lepas melebihi badannya setinggi 10 cm. Jenglot tergeletak tenang di akuarium kaca. Siapa saja bisa menyaksikan jarak dekat dan mengamati sedetil mungkin dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Makhluk aneh bernama Jenglot itu pernah heboh di Jakarta beberapa tahun lalu, karena kuku dan rambutnya bisa tumbuh panjang. Padahal Jenglot sudah meninggal. Dan apabila didekatkan darah ke tubuh mummi kecil itu, darah bisa mengering, kata H.Muhammad Nur Syafe'i pemilik Jenglot. Pernahdirontgen di Unversitas Indonesia Jakarta, hasilnya Jenglot memiliki kerangka utuh seperti manusia normal. Tetapi mini.
Hati-hati, kata Syafe'i, makhluk Jenglot matanya bisa terbuka tiba-tiba dan untuk itu harus diperiksa satu jam sekali. Awas,kalau kita menatap sinar ultra violet yang dipancarkan oleh mata Jenglot bisa buta.Kegunaan Jenglot secara pribadi bagi saya dapat memberikan kontribusi sehingga saya memiliki kekuatan metafisis yang lebih. Dan bukan Jenglot saja, bahkan binatang-binatang lainya juga,tutur Syafe'i.
Cahaya dari kuburan
Apa yang terjadi bila seseorang sering menyaksikan cahaya gaib yang muncul dari sebuah kuburan tua? Ternyata cahaya gaib tersebut telah menuntun H.M.Nur Syafe'i, seorang paranormal dan psikolog dari Jakarta yang kebetulan sedang mengadakan perjalanan ritual ke sebuah desa di Cirebon, Jawa Barat menjadi sangat tertarik.
H.Syafe'i,45, meneruskan ceritanya, pada tahun 1996 peristiwa penemuan Janglot berawal pada waktu salah seorang penduduk desa setempat menceritakan sering melihat cahaya di sebuah kuburan tua. Merasa tertarik Syafe'i datang ke tempat itu, eh! Memang benar ada cahaya muncul dari kuburan. Sesudah diperiksa ada lubang di dalamnya terdapat pecahan keramik dan patahan kayu serta gumpalan rambut. Dalam gumpalan rambut itulah ia menemukan mummi Jenglot berusia di atas tigaratus tahun.
Menurut Syafe'i Jenglot itu dipercayai berasal dari manusia yang wafat ratusan tahun lalu. Karena menganut ilmu Bhatara Karang (ilmu kekebalan tubuh) tatkala mati ilmu itu tidak musnah. Akibatnya jasad tidak hancur sebagaimana lazimnya manusia, bahkan mengecil dan tetap utuh. Uniknya lagi rambut dan kukunya tetap tumbuh sampai sekarang. Dan itulah yang saat ini ditonton orang Medan beramai-ramai di Matahari Medan Mall sejak Jumat (14/5).
Syafe'i sendiri mengaku, kemampuan supranatural yang dimilikinya, sudah ia rasakan sejak usia 9 tahun. Tanda-tanda menjadi para normal semakin kentara sejak menginjak usia 11 tahun.Sering saya melihat yang aneh-aneh yang tidak pernah dilihat orang normal. Itu karena indera keenam saya terlalu aktif,ujar Syafe'i.
Setelah mengalami proses yang panjang, ia bisa menafsirkan kandungan yang tersembunyi di balik makna lapis cahaya dan dapat memberi solusi pengobatan kepada pasien. Begitu cerita Drs. H.Nur Syafe'i ketika diwawancarai selesai shalat Ashar di ruang shalat Medan Mall.
Sekarang orang berduyun-duyun menyaksikan makhluk Janglot yang penuh misteri itu. Sekaligus menonton binatang unik yang dipamerkan di sana. Ada kura-kura berkepala babi, kura-kura berkepala buaya, kura-kura berkepala ular, landak mini, ular berkaki empat, ular king putih California yang sangat ganas, ular albino piton, iguana dll.
Selain itu dibuka kesempatan untuk konsultasi dengan para normal yang sekaligus melakukan pengobatan berbagai jenis penyakit secara langsung. Sambil mengamati Jenglot, Dra. Dewi Wibowo mampu mengobati macam-macam keluhan dan penyakit. Pameran Jenglot berlangsung selama satu bulan.(Astuty).



Beberapa tahun lalu, sekitar akhir tahun 1997, tiba-tiba saja ada "makhluk'' misterius yang jadi pembicaraan. Perawakannya kecil dengan tubuh tak lebih dari 12 cm dan rambutnya yang panjang, jarang dan kaku melewati kaki. Makhluk itu dinamakan jenglot. Kabarnya, jenglot itu bukan benda mati. Konon ia hidup, namun tak ada yang pernah tahu kapan bergerak.

Sang pemilik, Hendra Hartanto, pengusaha restoran dari Surabaya selalu hanya mendapati posisi kaki, tangan, dan kelopak mata yang sudah berubah. Konon, makhluk misterius itu selalu menghabiskan darah manusia yang dicampur minyak japaron. Namun, sekali lagi, tak ada yang tahu kapan ia menenggaknya. Menurut Hendra, dalam menyantap sajiannya itu, jenglot tak menggunakan cara seperti yang dilakukan manusia pada umumnya. Yang jelas, dalam setiap 18 jam, sebanyak 3 cc darah dan minyak wangi yang disajikan akan berkurang sekitar 50 persen sampai 60 persen.

Jenglot, karena itu bisa jadi amat misterius. Sama misteriusnya ketika Hendra menemukan makhluk aneh tersebut. Syahdan, perkenalan Hendra dengan "makhluk" aneh itu terjadi pada 1972. Ketika itu, ia bersemadi di pantai Ngliyep, Malang, Jawa Timur. Dalam keadaan setengah sadar, ia merasa ada sosok yang menghadiahinya dengan Bethoro Kapiwiro dan Bethoro Katon. Beberapa bulan kemudian, dengan cara serupa, dan di tempat itu pula, Hendra mendapatkan Jenglot dan Bethoro Kapiworo. Namun kata Hendra, mereka memiliki asal-usul berbeda. Jenglot dan Bethoro Kapiworo merupakan jelmaan pertapa sakti yang kualat. Sedangkan Bethoro Katon dan Bethoro Kapawiro adalah kera sakti yang dikutuk. Namun mereka semua, menurut Hendra, hidup dan punya mistik.

DNA Manusia

Hendra bahkan berani menyebut "temuannya'' itu sebagai manusia. Menurut cerita yang dia susun, jenglot pada masa ribuan tahun lalu adalah manusia (seorang pertapa) yang tengah mempelajari ilmu Bethara Karang. Ilmu Bethara Karang diyakini sebagai ilmu keabadian. Artinya, setiap orang yang memiliki ilmu tersebut akan hidup abadi di dunia. "Namun, akibat kutukan, jasad jenglot tidak diterima di dunia sedangkan rohnya tidak diterima di akherat. Maka roh tersebut seperti terpenjara dalam jasad kecil ini," kata Hendra. Setelah itu, sang pertapa menjadi emosional dan merasa sebagai jawara. Tak pelak, tubuhnya pun menyusut, hingga akhirnya mengecil. Empat taring kemudian tumbuh memanjang, tak sebanding dengan lebar mulutnya. Katanya, itu sebagai lambang keganasan dan sifat liar sang "monster''.
Melihat dari dimensi realita, jenglot kini memang hanya tinggal mumi. Namun, ia masih memiliki energi, di mana rambut dan kuku jari terus memanjang. Bahkan, posisi kaki dan tangan pada saat-saat tertentu akan berubah. Jika menyimak dari sisi nonrealita, maka jenglot memiliki energi yang bisa dirasakan melalui kekuatan supranatural. "Jadi, masih tersisa energi dalam jasadnya yang beku,'' ujar Hendra.

Jenglot sendiri, sebenarnya hanya istilah atau sebutan. Menurut Hendra, pihaknya juga tidak tahu kata itu diperoleh dari hasil "menayuh". Namun, dia tak mengetahui pasti, dari bahasa Sansekerta atau Jawa Kuno asal kata tersebut. Jenglot, lanjut dia, hanya julukan, sama halnya ketika manusia menyebut "vampire'' atau "drakula''.

"Dia sebenarnya memiliki nama, tapi saya nggak bisa menyebutnya di sini. Sebab, nama itu merupakan password.''

Masih menurut si penemu, jenglot merupakan peninggalan sejarah yang berumur 3.112 tahun. Selama ini, jenglot sempat ikut dalam pameran Gelar Benda Pusaka Jenglot di Plasa Metro Sunter, dan Plaza Sentra Buana. Ia dipamerkan bersama tiga "makhluk aneh'' lainnya, yakni Bethara Kathon, Begawan Kapiworo, dan Begawan Kapawiro.

Namun, cara perolehan keempat "mumi'' itu tak sama. Bethara Kathon dan Begawan Kapiworo diperoleh dari "seseorang'' saat dia bersemadi di Pantai Ngliyep. Beberapa waktu kemudian seorang paranormal melimpahkan Jenglot dan Begawan Kapawiro kepadanya. Keempatnya juga memiliki energi, hidup, dan mistik. Tapi, apa pun hasil penelitian nanti, benarkah sesuatu bisa disebut manusia (meskipun hanya "mumi''), jika tak memiliki kelengkapan organ sebagai makhluk hidup (manusia), seperti jantung, paru-paru, dan tulang?

Dalam pameran, yang disebut "jenglot" sendiri - tergantung dari sudut mana dan dengan perspektif macam apa Anda memandangnya - bisa dilihat seperti boneka, mungkin dari acrylic atau bahan sintetis lain, dipajang dalam kotak kaca.
Kalau melihatnya dari sudut lain, yakni dari sudut dan dunia simbolik kalangan para dukun, "jenglot" dikatakan sebagai "mummy" yang konon berusia 300 tahun. Menurut Abas Soegiono, "jenglot" ditemukan saat sejumlah paranormal alias dukun melakukan tirakat di Wlingi, Jawa Timur tahun 1972.

"Jenglot" yang dipamerkan waktu itu ada empat, masing-masing disebut sebagai "Jenglot", yang konon berjenis kelamin lelaki dan konon pula bisa membantu mengamankan pemiliknya dari segala macam bahaya. Yang lain lagi adalah Bethoro Karang, pria juga, konon bisa membantu kelancaran usaha, menjaga keselamatan, dan lain-lain. Lalu Bethoro Katon, konon berjenis kelamin wanita, di mana selain membantu melancarkan usaha juga bisa dipakai sebagai "pengasih". Yang terakhir, Begawan Kapiworo, katanya penjelmaan kera putih, ada hubungan dengan Anoman, mempunyai padepokan Kendali Sodo. "Jenglot" sendiri menurut Abas adalah benda mati, bukan mahluk hidup. Meski "jenglot" bukan mahluk hidup, tetapi daya spiritual "jenglot" tetap hidup. Karena itu "jenglot harus diberi makan". Makanan "jenglot" adalah darah berjenis O dan minyak wangi. Abas menyebut merk minyak wangi yang katanya mudah didapat di pasar.

Ahli Forensik FKUI-RSCM: Jenglot Bukan Manusia

Jenglot pernah diperiksa dr Budi Sampurna DSF di Bagian Forensik RSCM. Benda sepanjang 10,65 cm, menyerupai boneka menyeramkan itu memiliki bagian serupa kepala, badan, tangan dan kaki serta rambut terurai sepanjang 30 cm. Ukuran masing-masing tampak proporsional. Hanya saja, ukuran kuku-kuku jarinya serta taring sangat panjang. Taring mencuat hampir sepanjang ukuran kepala, kuku juga panjang dan meruncing hingga bukan tidak mungkin membuat bulu kuduk penonton berdiri.


"Setiap 35 hari pada Jumat Legi, kita kasih satu tetes darah dicampur minyak javaron seperti kalau banyak orang memberikan sesaji berupa kembang atau kemenyan," kata Hendra. Tak ada yang tahu apakah darah tersebut benar-benar diminum atau tidak oleh mahkluk seberat 37,2 gram itu. Menurut Hendra, dalam tubuh Jenglot masih terdapat kehidupan.

Tanda kehidupan itu, menurutnya, dapat dilihat dari bola matanya yang bisa berpindah setiap saat serta rambut dan kukunya yang memanjang. Benarkah Jenglot dan kawan-kawannya itu masih hidup atau setidaknya pernah hidup? Hendra dengan berani mengajukan "tantangan" agar para ahli kedokteran menelitinya secara objektif.
Tampaknya gayung bersambut. Pihak forensik RSCM tertarik untuk meneliti "kemanusiaan" Jenglot. Tentu saja bukan berdasarkan ilmu klenik, tapi secara medis berdasarkan ilmu pengetahuan. Maka pada hari Kamis, 25 September 1997 siang, makhluk Jenglot dibawa ke RSCM untuk diperiksa secara medis. Ruang Forensik dan ruang Rontgent RSCM mendadak penuh sesak pengunjung.

Mereka terdiri dari paramedis, mahasiswa kedokteran, wartawan dan sejumlah pengunjung RS yang tertarik melihat kedatangan jenglot yang ditaruh dalam kotak kayu berukir itu.

Ahli Forensik FKUI-RSCM, Budi Sampurna DSF mengatakan, pemeriksaan Jenglot dengan latar belakang seperti yang telah diketahui masyarakat luas merupakan tantangan menarik bagi dunia kedokteran untuk membuktikannya dari segi keilmuan. Menurut dr Budi, guna membuktikan kemanusiaan jenglot, maka akan dilakukan deteksi dengan alat rontgent untuk mengetahui struktur tulangnya serta pemeriksaan bahan dasar kehidupan seperti C,H,O atau proteinnya.
Untuk keperluan tersebut, ahli forensik mengambil sampel dari bahan yang diduga sebagai kulit atau daging Jenglot serta sehelai rambutnya. Pengambilan sampel dilakuan sendiri oleh Hendra yang saat datang ke RSCM membawa serta tiga batang hio. "Untuk jaga-jaga, jangan-jangan ada yang kena sawab-nya (pengaruh)," katanya perihal hio.

Dokter Djaya Surya Atmaja kemudian memotret dan mengukur berbagai bagian "tubuh" Jenglot. Setelah itu dokter spesialis Radiologi, dr Muh Ilyas memeriksa jenglot menggunakan sinar X. Dalam pemerikasaan lebih lanjut Hendra menolak barang koleksinya dibedah. Alasannya, jasad Jenglot akan rusak. "Akibat tidak baik bagi kita semua," katanya.

Usai pemeriksaan ternyata hasilnya menyatakan jenglot tak memiliki struktur tulang. Hasil rontgent yang disaksikan puluhan wartawan, paramedis, mahasiswa praktek, ternyata hanya menampilkan bentuk struktur menyerupai penyangga dari kepala hingga badan. Selain itu terlihat juga jaringan kuku dan empat gigi selebihnya tak ada. "Ada bagian jaringan serupa daging, namun kita belum bisa memastikan apakah itu daging atau bahan lainnya," kata dr Muh Ilyas.

Guna mendapat hasil lebih mendetail, maka Jenglot diteliti dengan CT Scan. Ternyata Jenglot tidak memiliki struktur seperti manusia kendati kenampakan luar menyerupai manusia. Kini pihak Forensik FKUI-RSCM masih meneliti sampel kulit/daging serta rambut Jenglot untuk mengetahui golongan darah, DNA-nya. "Memakan waktu sekitar tiga minggu," katanya. Menanggapi hasil tersebut, Hendra mengatakan, "Apa pun hasilnya kita harus terima dong," katanya.

Majalah Gatra, Nomor 52/III, 15 November 1997 memberikan laporannya mengenai Jenglot. Penelitian yang dilakukan Dokter Djaja Surya Atmaja, PhD, dari Universitas Indonesia menunjukkan bahwa contoh kulit Jenglot yang diperiksa memiliki karakteristik sebagai DNA (deoxyribosenucleic acid) manusia. "Saya kaget menemui kenyataan ini," kata Djaja, doktor di bidang DNA forensik lulusan Kobe University, Jepang, 1995. Namun Djaja menolak anggapan seolah ia mengakui Jenglot sebagai manusia. "Tapi sampel yang saya ambil dari Jenglot menunjukkan karakteristik manusia," katanya. Adapun sampelnya berupa sayatan kulit Jenglot berukuran setengah luas kuku, yang mengelupas dari lengannya. Contoh kulit itulah yang kemudian ditelitinya di Laboratorium RSCM atas prakarsa dan biaya pribadi. Spesimen seirisan kulit bawang itu kemudian diekstraksi agar DNA-nya keluar dari inti sel. DNA merupakan material genetik berupa basa protein panjang yang membangun struktur kromosom. Pada inti sel manusia terdapat 23 pasang kromosom. Masing-masing bisa dipenggal-penggal menjadi banyak lokus, satu unit yang membangun sifat bawaan tertentu. Djaja memeriksa DNA Jenglot pada lokus nomor D1S80 dari kromosom 1 dan HLA-DQA1 dari kromosom 5, serta lima lokus khusus lain dengan teknik PCR (polymerase chain reaction). Pemeriksaan HLA-DLA-DQA1 memberikan hasil positif. Artinya, spesimen Jenglot itu berasal dari keluarga primata -bisa monyet, bisa pula manusia. Namun dari penyelidikan atas lokus D1S80, Djaja mendapat kepastian bahwa sampel DNA itu berkarakteristik sama dengan manusia. Temuan mengejutkan itu diperkuat dengan kajian mesin PCR. "Hasilnya begitu, saya harus bilang apa," kata satu-satunya ahli DNA forensik Indonesia berusia 37 tahun itu. Hendra Hartanto gembira mendengar hasil penelitian Djaja. "Ini menyangkut peninggalan sejarah yang berumur 3.112 tahun," katanya ketika ditemui Gatra di pameran Gelar Benda Pusaka Jenglot, di Plaza Metro Sunter, Jakarta Utara waktu itu.

Dokter Budi Pramono, yang pernah merontgen Jenglot, terkejut mendengar hasil penelitian Djaja Surya. "Mirip bagaimana? Harus jelas. Saya kok kurang percaya. Nanti saya akan mengkonfirmasikan langsung ke Dokter Djaja," katanya. Yang pasti, Budi tak percaya jika Jenglot dianggap hidup. "Makhluk hidup itu perlu makan dan bernapas. Lalu strukturnya perlu tulang, jantung, paru, dan lain-lain. Jenglot tak mempunyai itu semua," katanya. Untuk menjelaskan sosok Jenglot secara lengkap, kata Budi, perlu diteliti lebih jauh struktur anatominya, aspek mikroskopis jaringannya, bahkan enzim yang ada di tubuhnya. Pimpinan RSCM sempat tertarik untuk meneliti Jenglot. Namun setelah Budi melaporkan bahwa Jenglot tak memiliki kelengkapan organ sebagai makhluk, niat itu surut. Jenglot dianggap seperti karya mistik lainnya yang tak mengandung tantangan ilmiah. Sampai kemudian Djaja Surya menguji DNA dari kulit lengannya, yang ternyata berkarakteristik manusia. Tapi Djaja pun tak memutlakkan temuannya. Bisa saja penyelidikannya meleset karena sampelnya terkontaminasi. "Misalnya, kulit Jenglot sebelumnya terkena olesan darah manusia," katanya.

Waktu Jenglot dipamerkan, seorang bapak yang mengaku dari Salatiga yang bertanya, "Bisakah jenglot berkembang biak?''
Pertanyaan itu semata-mata berpangkal dari kekhawatirannya jika "makhluk ganas'' (karena makanannya darah) itu makin banyak. Tetapi Hendra menepis kekawatiran itu. Menurut dia, jenglot hanya hidup secara gaib (roh). Artinya, "kehidupan'' yang dimiliki bukan seperti kehidupan makhluk hidup. Sebab, secara fisik jenglot sebenarnya sudah mati (mumi). "Namun, dalam kematiannya itu dia masih memiliki kekuatan,'' ujarnya. Karena itu, dia mempersilakan orang yang memiliki tenaga dalam untuk membuktikan keberadaan "energi'' itu.

''Energi yang terkandung di dalam jenglot betul-betul besar, sampai saya terpental beberapa meter. Padahal, saya sudah mengerahkan kemampuan tenaga dalam untuk meremukkannya, namun ternyata tak mampu. Wah, betul-betul luar biasa,'' tutur salah seorang pengunjung yang tak mau disebut namanya, setelah menjajal energi yang tersimpan di jenglot yang dipamerkan di Ruang Pamer Pasarraya Sri Ratu Jalan Pemuda Semarang.

Memang, banyak pengunjung yang kurang percaya jenglot itu mempunyai energi supranatural. Namun, bagi pengunjung yang mempunyai ilmu tenaga dalam atau tenaga supranatural, baru akan mempercayainya mumi mini tersebut mempunyai energi yang besar. Sampai-sampai mampu melemparkan pengunjung yang menjajal-nya.

Beberapa pengunjung yang lain yang memiliki ilmu tenaga dalam ketika menguji juga mengalami nasib serupa, terpental. Namun ada juga pengunjung yang memang tak dibekali dasar-dasar ilmu tenaga dalam, ketika mau membuktikan energi jenglot oleh panitia dengan terpaksa tidak diperkenankan. ''Jangankan diremas oleh orang tua, oleh anak kecil pun jenglot pasti remuk,'' tutur Yehana SR, salah seorang panitia pameran.

Tidak hanya itu, kabar jenglot yang diduga mempunyai unsur DNA manusia dan energi supranatural juga telah mendunia. Buktinya, salah seorang pakar foto aura dari Belanda, yakni Ny Adri Bojoh Knijn, secara khusus datang ke Ruang Pamer Jenglot untuk mendeteksi keberadaan energi jenglot tersebut dengan alat foto aura.

Hendra Hartanto pemilik benda tersebut menjelaskan, soal asal-usul jenglot tersebut manusia atau bukan, tergantung pada kepercayaan. Karenanya, jika ada pihak lain yang mempercayai benda tersebut bukan merupakan jasad manusia sah-sah saja. Sedangkan soal penelitian DNA, pihaknya berencana akan melakukan pengujian ke Singapura dan Jepang.
Banyak pula pengunjung yang meragukan jenglot sebagai makhluk mati yang mempunyai energi. Misalnya, kapan jenglot memindahkan tangan atau kakinya. Mulai hari pertama hingga kelima dipamerkan, empat ''pertapa sakti'' tersebut tetap dalam posisi semula: tangan tertekuk di depan dada, kedua kaki lurus-sejajar, dengan kedua mata terbuka.
''Katanya hidup, kok nggak bisa berkedip-kedip?'' tanya seorang pengunjung.

Terhadap pertanyaan itu, Hendra menjelaskan, jenglot memang tak bisa berkedip. Namun, meskipun belum pernah memergoki, dia sering mendapati posisi kelopak mata yang berubah. ''Suatu saat, posisi kelopak mata terbuka lebar, tapi saat yang lain akan menurun. Saya memang belum pernah memergoki, tapi pernah mendapati kelopak mata dalam kedua posisi seperti itu,'' ucapnya mencoba meyakinkan para pengunjung.

Dia menambahkan, yang dimaksud hidup dari jenglot bukan hidup seperti halnya manusia. ''Jenglot itu mumi, dan 'kehidupannya' ada dalam kematiannya itu. Jenglot hanya hidup secara gaib (roh).''

Dari Petir

Sri Ningsih, paranormal di Jl Petek, Darat Nipah Selatan No 177A Semarang, mengatakan, jenglot memang memiliki kekuatan atau energi. Jadi nggak ada unsur rekayasa. ''Namun saya berbeda pendapat dari Hendra mengenai asalnya. Menurut saya, jenglot itu berasal dari petir yang dipegang dan di-sabdo oleh tiga wali, yakni Syekh Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, dan Sunan Giri,'' tuturnya.

Mereka menganggap petir kurang ajar karena menyambar-nyambar saat ketiga wali berjalan-jalan. Karena itu petir ditangkap, kemudian di-sabdo. Karena berasal dari petir, maka jenglot memilki aliran listrik besar. ''Secara fisik, jenglot berbentuk manusia, tapi sebenarnya dia itu jin. Setelah saya negosiasi, makanan jenglot bisa tanpa darah manusia, tapi cukup dengan minyak japaron,'' tuturnya.

Sedangkan Harwanto, pengunjung asal Pedurungan, mengaku tertarik melihat jenglot, karena katanya termasuk manusia dan hidup. ''Tapi ketika saya datang, berkedip pun dia tak bisa. Kalau demikian, jenglot tak ubahnya seperti benda pusaka lain, yaitu keris batu akik. Apalagi sesajiannya darah dan minyak wangi,'' paparnya.
"..Konon pusaka Batara Karang ini jelmaannya seorang tokoh sakti dari golonag ilmu hitam pada jamannya yang hidup ratusan tahun silam. Anehnya menurut surat kabar, pusaka ini kesukaannya minum darah manusia, benarkah?.."

BATARA KARANG konon menurut keterangan yang penulis peroleh dari bapak haji Erisman Priyadi (37 tahun) seorang jawara yang bertempat tinggal di Lapangan Coklat, 08/07 no.16 Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Cilegon, Kodya Cilegon, Banten yang penulis hubungi lewat SMS sebenarnya adalah nama suatu aji kesaktian tingkat tinggi.

Dimana kegunaannya ajian ini, pemiliknya dari mulai ujung rambut sampai ujung kaki tidak bisa ditembus oleh senjata jenis apapun baik senjata tajam, senjata api dan lain sebagainya. Masih menurut penuturan bapak dua orang puteri ini lagi, bahwa Batara KArang ini ada yang berunsur ilmu hitam dan ada pula yang berunsur ilmu putih.

Untuk mengetahui apa dan bagaimana sebenarnya Batara Karang itu sendiri, penulis menemui Muhammad Zaenuddin 933 th), mediator benda-benda bertuah dan barang antik yang bermukim di Desa Kedung Wungu, blok Wangur Lor Timur, kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu. Saat penulis tanyakan apa sebenarnya Batara Karang itupun ia menjawab.

"Batara Karang itu adalah suatu benda pusaka yang terbuat dari jelmaan seorang tokoh sakti mandraguna pada jamannya semacam Jawara. Itu ada yang berusia paling lama 900 tahun. Pokoknya orang-orang lama. Biasanya orang yang menganut ilmu hitam, dan itu susah untuk matinya. Jadi orang itu mati tapi hidup dalam alam menggantung antara dua alam yakni, kematian dan alam kehidupan.

Jadi bentuknya seperti orang tapi ada uga yang seperti boneka cuma rambutnya hidup dan bisa panjang terus, juga kukunya. Mata biasanya ditutup karena kalau tidak, akan menyerang balik dan bisa membuat mata kita menjadi buta. Tubuhnya semakin tahun semakin kecil, semakin kecil tubunya semakin dahsyat kekuatannya.

Pada saat sekarang ini diburu oleh orang-orang sakti yang mengerti kegunaan pusaka. Batara Karang itu sendiri. Menurut penuturan orang pintar salah satu kegunaannya itu bisa untuk menyedot uang. Biasanya seali kerja itu akan menghasilkan paling sedikit 3 miliar rupiah. Cuma dia itu kan minumnya darah dan biasanya golongan darahnya O. Kalau untuk kerja dia makan dulu. Dan biasanya juga kalau setelah bekerja yaitu untuk menyedot uang, dia harus disempurnakan.

Karena pusaka Batara Karang seperti itu yang tadi sudah saya jelaskan orang yang hidup di dua alam, jadi dia minta setelah itu disempurnakan artinya ya semacam di sholati seperti orang wafat pada umumnya, tujuannya begitu. Sebab kalau ada orang itu memanfaatkan atau menggunakan pusaka Batara Karang tetapi ia tidak menyempurnakan maka akan kena imbasnya, minimal dia itu mati, kalau tidak dia akan cacat seumur hidup danharta yang dia pakai akan habis ludes kembali. Untuk itu dia harus disempurnakan. Nah sekarang inikan banyak Kiyai atau orang pinter yang bisa menggunakan tapi tidak bisa menyempurnakan ini yang berat "Tutur Muhammad Zaenuddin panjang lebar.

Kata Zaenuddin pernah ada orang pintar yang memiliki pusaka batara karang ini, tapi pada saat khodamnya muncul dan meminta disempurnakan orang pintar tersebut tidak bisa menyempurnakannya, Akhirnya khodam pusaka Batara Karang yang pada waktu itu membawa uang sekitar 5 Miliar Rupiah dibawa kembali uangnya.

Masih menurut penuturan Muhammad Zaenuddin bahwa pusaka Batara Karang ini bisa juga untuk menjaga BANK, karena kalau Bank tidak dijaga oleh mahluk ghaib kata Muhammad Zaenuddin biasanya akan disedot oleh mahluk ghaib lagi, makanya dia harus diaga oleh ghaib yang lebih kuat semacam pusaka Batara Karang ini.

Selain untuk menjada Bank, kata Muhammad Zaenuddin lagi, pusaka Batara Karang ini juga bisa untuk menyedot harta karun, untu menjaga keselamatan pemiliknya sehingga pemiliknya bisa anti tembak, anti bacok dan sejenisnya.

"Sebab begini banyak orang yang mengaku punya pusaka Batara Karang tapi ternyata itu bikinan sendiri jadi banyak yang maksudnya untuk komersil, artinya dia mengaku Saya punya pusaka Batara Karang ini - itu yang asli sendiri jarang yang punya karena itukan susah" imbuh Muhammad Zaenuddin.

BAMBU PETUK


ARTIKEL - bambu petuk SARANA GAIB AGAR BURUNG WALET

 MENJADI kerasan

Wujudnya berupa batang pohon bambu yang ruasnya saling berhadap-hadapan, konon bisa membuat Burung Walet menjadi kerasan.

SEBELUM penulis mengupas lebih jauh tentang bambu petuk, terlebih dahulu penulis kupas tentang bisnis budidaya burung Walet. Bisnis yang pada saat ini sangat menguntungkan adalah budidaya Burung Walet. Karena air liur burung tersebut yang harganya jutaan rupiah perkilo gramnya sungguh sangatlah menguntungkan. Mereka yang memiliki budidaya Burung Walet ini sama dengan memilik tambang emas yang kalau memang benar-benar ditekuni hasilnya bisa dinikmati oleh tujuh turunan, sungguh sangat fantastis bukan?

Bayangkan saja bila mereka yang memiliki budidaya sarang Burung Walet ini perbulannya memanen sekitar 1 kg dengan harga jual missal perkilo gramnya sekitar 7 juta maka dalam kurun waktu satu tahun saja bisa menghasilkan keuntungan sebesar 84 juta. Keuntungan yang sangat menggiurkan ini menyebabkan banyak warga masyarakat khususnya yang berkantung tebal ramai-ramai membangun gedung-gedung untuk sarang burung Walet penghasil rupiah ini. Menurut informasi air liur Burung Walet ini dipergunakan oleh pabrik-pabrik farmasi untuk campuran obat dan kosmetik.Maka pantas sajalah air liur Burung Walet ini sangatlah mahal harganya.

Ada hal yang sangat disayangkan dalam pembudidayaan Burung Walet ini, sebab kebanyakan mereka yang membangun gedung-gedung sarana Burung Walet ini adalah warga non pribumi (warga keturunan yang berkantung tebal) yang notabane non muslim dan terkadang tidak memperdulikan lingkungan dimana dia membangun gedung untuk sarang Burung walet ini. Sehingga mengganggu bahkan ada yang tingginya melewati pohon kelapa maka jelas mengganggu sirkulasi udara.

Tertarik terhadap budidaya sarang Burung Walet yang penuh dengan Misteri ini, penulis mencoba mencari tahu lewat bapak Kiyai Hasanuddin (53 Tahun) seorang tokoh spiritualis yang bermukim di Desa Cipancuh (Musholla Al Hidayah), Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Ia tidak menampik saat penulis menanyakan tentang budidaya sarang burung Walet yang menggunakan jasa dukun atau bahasa kerennya paranormal ini. "Rata-rata menggunakan dukun, apalagi orang Cina kebanyakan nyupang (menganut pesugihan) "Ujar pak Kiyai.
Konon menurut penuturan bapak yang memiliki kepiawaian memanggil makhluk halus tanpa menggunakan sarana ini, bahwa beliau saat inipun (pada saat berita ini ditulis) diberi kepercayaan oleh seorang Bos asal Aceh untuk merituali gedung sarang Burung Walet miliknya yang pada saat ini sedang dibangun di Desa Cipancuh dimana pak Kiyai ini bermukim.

Pada saat beliau merituali gedung sarang Burung Walet ini konon beliau merasakan didalamnya ada dua makhluk halus dari jenis jin ifrit asal dari Pantai Selatan. Dan konon kedua jin ifrit ini merupakan raja dan ratunya Burung Walet. Konon dalam budidaya sarang Burung Walet ini tidak jarang ada diantaranya para pembudidaya yang menggunakan cara-cara yang kotor untuk kebutuhan pribadinya. Misalnya dengan menyuruh dukun beraliran ilmu hitam untuk menaruh jin-jin yang jahat dalam gedung sarang Burung Walet milik tetangganya.

Karena dengan begitu burung-burung ini jadi tidak kerasan. Dan pada akhirnya pindah ke gedung sarang Burung Walet yang lainnya, khususnya kegedung sarang Burung Walet miliknya. Dengan begitu maka pemilik gedung sarang Burung Walet ini jelas akan menderita kerugian yang sangat besar. Sebab gedung sarang Burung Walet yang dibangun dengan dana puluhan juta rupiah ini jadi kosong melompong tanpa penghuni, laksana gedung tua.

Menurut penuturannya pak Kiyai lagi bahwa dirinya mengaku pernah menaruh jin-jin yang jahat pada sebuah gedung sarang Burung Walet milik seorang warga keturunana yang membangun gedung tanpa menghiraukan lingkungan. Konon gedung-gedung yang untuk sarang burung Walet ini tidak jarang dihuni oleh jin-jin tingkat rendah seperti Kuntilanak, Genderuwo dan Wewe Gombel.

Masih menurut penuturan pak Kiyai selanjutnya, cara untuk pemanggilan burung Walet ini ada dua cara, yaitu cara hitam yakni dengan jalan meminta bantuan pada Nyai Roro Kidul. Sedangkan cara putih yakni dengan jalan meminta bantuan Nabi Sulaiman as.

Sepengetahuan penulis membuat gedung sarang Burung Walet ini untung-untungan juga, sebab tidak sedikit yang sudah dibangun tapi Burung ini enggan untuk menempatinya. Bahkan ada yang sudah ditempati oleh Burung Walet ini, tapi tidak lama pergi lagi karena sesuatu hal.

Maka agar Burung Walet yang tinggal di gedung sarang Burung Walet ini bisa kerasan dikalangan supranatural ada benda gaib yang bisa menarik dan membuat betah, senang atau kerasan Burung Walet ini yakni berupa Bumbu petuk atau orang suku Jawa mengenalnya dengan nama Pring Papag. Untuk mengetahui apa sebenarnya bambu petuk ini, penulis menemukan Muhammad Zaenuddin (33tahun), mediator benda-benda bertuah dan barang antic yang bermukin di Desa Kedung Wungu, Blok Wanguk Lor Timur, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu.

Kata bapak Zaenuddin Bumbu petuk ini jenisnya ada 9 macam. "Bambu petuk itu jenisnya ada 9 macam sesuai dengan jumlah Wali Sanga. Itu modelnya macam-macam, tapi saya tidak menguasai itu, teman saya itu punya 9 macam. Jadi kegunaanya bambu petuk ini untuk penglarisan, kemudian untuk menarik Burung Walet. Yang saya tahu dua, jadi punya bambu petuk itu seakan-akan udara rumah menjadi sejuk, dingin jadi Burung Walet menjadi kerasan. Membicarakan tentang bambu petuk, Muhammad Zaenuddin pernah mengalami pengalaman mistik. Berikut penuturannya pada penulis.

"Saya itukan punya batu Combong, batunya ada kalau mau di foto juga bisa. Nah menurut penuturan orang pintar batu ini memiliki khodam yang bernama Sang Hyang Munget. Ceritanya begini, Amir teman saya datang dengan dua orang temannya asal dari Desa lempuyang menawarkan kepada saya berupa bambu petuk. Setelah datang kerumah, pihak Amir ngomong.

Saya punya barang berupa bambu petuk yang asli dan bisa dicoba. Karena sebelum dibawa kesini katanya bambu petuk itu sudah dites dengan air panas. Jadi dia merebus air sampai air itu mendidih dan bambu petuk itu dimasukkan ke dalam air tersebut seketika itu juga airnya langsung dingin dan sejuk. Nah makanya dia datang ke saya ini.

Ini saya punya barang silahkan tolong carikan kolektor yang membutuhkan, saya ngomong bisa dites tidak? Silahkan kata mereka, rebus saja air sampai panasnya beberapa derajat. Saya bilang tidak usah, kalau merebus air kelamaan, itu ada air Termos, kita pakai saja air Termos. Tapi dia ngotot mintanya tetap air rebusan cumin setelah saya kasih pengertian, cukuplah dengan air Termos saja, akhirnya mereka setuju.

Saya ambil air panas yang ada di Termos itu, setelah saya tuangkan ke dalam mangkuk saya bilang tolong masukkan Bambu itu kedalam mangkuk ini, kalau memang ini asli airnya akan dingin.Saya hanya menyuruh saja tidak saya pegang air itu, silahkan Amir kamu coba, akhirnya Amir memegang ternyata masih panas, terus yang punya barang saya suruh memegang ternyata airnya masih panas ini, ada tiga orang yang ketempat saya semua merasakan panas. Setelah pamitan pada saya, akhirnya mereka pulang dengan wajah semu merah karena menahan malu.

Setelah dijalan rupanya mereka puny aide, bagaimana kalau coba kita tanyakan saja ke orang pintar ke Pak Sunar seorang paranormal, setelah ditanyakan padanya diperoleh jawaban bahwa khodam dari pada bambu petuk tersebut bernama Dewi Rengganis dan yang punya barang itu katanya sudah pernah didatanginya berbentuk perempuan yang sangat cantik berambut panjang tapi berwarna Merah membara seperti api.

Kemudian oleh pak Sunar ditanya lagi bambu petuk tersebut dibawa kemana? di jawab oleh mereka ke rumah Mas Udin. Kamu salah jangan dibawa kesitu karena disitu ada batu Combong yang berkhodam Sang Hyang Munget. Jadi sebelum kamu datang ke rumah Mas Udin, khodamnya telah lari lebih dulu. Makanya hanya bentuk wadahnya saja, sedangkan khodamnya sudah tidak ikut. Ujar pak Sunar pada saat itu.

Dan ternyata setelah dites lagi oleh pak Sunar, anehnya airnya bisa dingin lagi. Merekakan coba lagi disitu pakai air panas setelah dicoba dingin juga. Menurut informasi mereka katanya khodamnya bambu petuk ini, turun di jembatan yang ada di gang saya, dia tidak ikut kerumah saya tapi menunggu di situ.

Malam harinya itu ada peristiwa yang ganjil dibelakang rumah saya ada suara orang sedang mengangis waktu itu, seperti suara Kuntilanak katanya. Kata pak Sunar lagi, Kuntilanak yang pengen kontak tapi ternyata dia itu mau main skitu tapi tidak berani, allhamdulillah tidak mendekat.Cuma terus terang saja batu tersebut tidak saya rawat padahal fungsinya sangat banyak sekali batu Combong itu. Masih menurut penuturan Muhammad Zaenuddin kebanyakan bambu petuk yang sekarang banyak beredar khususnya dikalangan supranatural palsu. "Jadi kebanyakan palsu itu biasanya ada yang pakai paku. Kalau bamboo petuk itukan yang ketemu ruas jadi banyak yang pakai paku atau di lem.

Nah kalau di tes, biasanya kalau orang pintar itu sudah tahu itu palsu atau tidaknya, tapi untuk membuktikannya sebagai rasa penasaran biasanya pakai air panas. Nah kalau memang disitu palsu ada paku atau lem otomatis akan copot. Sebenarnya itu saja bukan berarti airnya langsung dingin tidak itu hanya mitos, jadi intinya kalau pakai lem biasanya akan terkelupas. "Ujar Muhammad Zaenuddin menutup pembicaraannya dengan penulis".

Tentang bambu petuk ini penulis juga mendapatkan keterangan dari bapaK Suwandi (44 tahun) salah seorang spiritualis yang juga menjadi mediator benda-benda bertuah dan barang antic yang pada saat ini bermukim di Desa Lepayung. Blok Pilang Payung, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu bahwa pernah ada seorang warga masyarakat Desa Kedungwungu menebang pohon Bambu yang tanpa dia sadari pohon Bambu tersebut bambu petuk. Sehingga goloknya sampai terpental jatuh, bahkan sampai melengkung.

Akhirnya diapun mengambil golok lagi dirumahnya dan hendak menebang pohon Bambu tersebut, anehnya ketika sampai dilokasi, pohon Bambunya sudah hilang. Mendapat kejadian yang aneh ini diapun bertanya pada seorang paranormal setempat yang tinggal tidak jauh dari rumahnya. Diapun mendapat keterangan bahwa pohon Bambu yang tadi di tebangnya adalah jenis bambu petuk, maka pantas saja tidak bisa ditebang karena dijaga dan dihuni oleh makhluk gaib.

Penulis yang masih penasarang dengan bambu petuk bertanya pada beliau, "Benar tida katanya bambu petuk bisa untuk menarik Burung Walet?" "Bisa jadi, kebanyakan untuk begitu" Jawab pak Suwandi singkat. "Yang menjaganya lumayan lagi?" Tanya penulis penasaran. "Yang menjaganya lumayan. Kalau yang benar-benar tidak sembarangan, yang menjaganya ular. Begitu ditaruh disitu langsung menjelma menjadi ular "Jawab pak Suwandi meyakinkan penulis.
"Ditaruh dimana?" Tanya penulis kembali "Seumpama ditaruh di kamar kemudian diasapi kemenyan bisa jadi ular langsung. Kalau kamu kapan-kapan ingin tahu ayo, jadi miliknya mantan tentara, punya dua. Itumah bisa diwujudkan. Orangnya sering ke Saya, beberapa waktu yang lalu dari sini ".Ujar Pak Suwandi menutup pembicaraannya dengan penulis.